Cegah Longsor Bantaran Ciliwung, Kopassus dan Umat Hindu Tanam Akar Wangi

Home, Megapolitan

Jakarta, inspiras1nusantara, Melestarikan, merawat dan menjaga alam sama dengan memelihara kehidupan dan mencegah bencana. Awal tahun 2020 beberapa wilayah Jakarta terjadi banjir dan tanah longsor termasuk di wilayah Cijantung, guna mencegah bencana longsor kembali terulang Kopassus menanam akar wangi di bantaran Ciliwung yang berada di Markas Komando mereka.

Penanaman akar wangi serupa tanaman sereh, dipercaya mampu menahan longsor karena akar pohon tersebut bisa menembus kedalaman tanah hingga dua meter. Penanaman pohon sejenis rerumputan ini bertepatan dengan Perayaan Nyepi tahun Saka 1942 nasional TNI-Polri yang diadakan di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta.

Danjen Kopassus Mayjen TNI Nyoman Cantiasa selaku Ketua Panitia Perayaan Nyepi TNI-Polri mengatakan, menyambut Perayaan Nyepi tahun Saka 1942 kita melakukan penghijauan dengan menanam akar wangi. Dimana pohon ini memiliki akar yang cukup panjang sehingga mampu mengikat Tanah-tanah yang ada khususnya di bantaran kali Ciliwung.

“Kebetulan Markas Komando Kopassus dilintasi kali Ciluwung sekitar 5 kilometer sehingga kami wajib untuk sama-sama menjaga lingkungan. Semoga bantaran Ciliwung semakin baik sehingga air bermanfaat bagi kita semua dan tidak menjadi musibah”, tegasnya.

Danjen Kopassus Mayjen TNI Nyoman Cantiasa beri sambutan Perayaan Nyepi Nasional TNI-Polri, di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta.foto:linda herawati.

Bencana banjir yang terjadi awal Januari lalu, berdampak pada warga di sekitar Mako Kopassus, dimana salah satu rumah warga lenyap sebagian rumahnya akibat longsor karena tingginya permukaan Ciliwung dan derasnya aliran air yang menyebabkan tanah di bantaran kali tergerus aliran air.

Untuk itulah Kopassus bersama umat Hindu dalam menyambut Nyepi melakukan penghijauan di bantaran Ciliwung agar musibah tanah longsor tak kembali terjadi. Sekitar 3.000 akar wangi ditanam di bantaran kali Ciliwung sepanjang 5 kilometer dengan melibatkan 1.500 umat Hindu beserta prajurit Kopassus.

Penghijauan ini juga bekerjasama dengan BNPB dan Pemprov DKI, pohon akar wangi sendiri sudah ditanam BNPB di beberapa wilayah Indonesia terutama di kawasan rawan longsor seperti di perbukitan dan bantaran kali.

Selain mampu menahan longsor, tanaman asal India ini juga bisa dimanfaakan untuk obat-obatan dan kosmetik. Di beberapa daerah di indonesia termasuk di Bali, tanaman menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat. Ada yang memanfaatkan sebagai minuman penghangat tubuh, ada juga yang pasarkan berupa minyak oles atau menjualnya dalam bentuk tanaman.

Danjen Kopassus pun berharap, nantinya bantaran kali Ciliwung semakin baik. Markas Komando Kopassus dilintasi 5 kilometer kali Ciliwung, mau tidak mau, suka tidak suka kita harus berperan aktif menjaga dan meyelamatkan lingkungan.

Apalagi kondisi iklim sedang sangat ekstrim. Dan penghijauan ini menjadi pembelajaran dan edukasi masyarakat untuk bersama-sama menyelamatkan alam dengan penghijauan. Serta peduli dengan sesama masyarakat dan peduli terhadap alam, semoga penghijauan ini mampu mencegah banjir.linda.

Leave a Reply