Butuh Fisik Prima dan Taktik Jitu Ikut Komando Warriors HUT Ke-67 Kopassus

Gaya Hidup, Home

Jakarta, inspiras1ras1nusantara, Satuan 81 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menggelar Komando Warriors bersamaan dengan HUT Ke-67 Kopassus. 2019 merupakan tahun ketiga lomba ini diadakan, ajang yang membutuhkan kebugaran fisik dan kecerdasan otak untuk menempuh jarak 4,6 Km dengan 17 rintangan yang harus dilalui peserta lomba. Lebih dari 3000 peserta berlomba menjadi manusia tangguh yang mampu melewati semua rintangan dengan waktu tercepat.

Meski matahari pagi belum muncul tapi ribuan peserta sudah memadati Taman Wisata, Sentul, Bogor, mempersiapkan diri guna bertarung menjadi yang tercepat melibat rintangan demi rintangan. Mereka sudah hadir disana setidaknya dua jam sebelum gelombang pertama dilepas Danjen Kopassus Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa pada pukul 06.30 Wib.

Disela-sela menunggu waktu start, panitia memeriksa kesehatan semua peserta, karena lomba yang harus mereka ikuti menuntut kekuatan fisik nan prima. Dari tensi darah hingga kadar gula dalam tubuh dicek jika memenuhi standar yang ditentukan panitia, peserta boleh terus mengikuti lomba. Selain cek kesehatan, panitia juga mengajak peserta melakukan pemamanasan dipanduk langsung oleh juara lomba tahun lalu.

Danjen Kopassus bersama para peserta Komando Wariors.

Acara puncak pun dimulai diawali dengan sambutan Danjen Kopassus, setelah itu Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa melepas gelombang pertama dengan peserta 82 orang. Lomba sendiri terbagi dalam 8 gelombang, 5 gelombang peserta individu putra maupun putri, dua campuran, dan satu lagi khusus pelajar.

Begitu bendera start diangkat, peserta berlari penuh semangat menuju rintangan pertama, satu, dua orang nampak tertinggal dari peserta lainnya. Mungkin mereka menyimpan strategi lain, menyimpan tenaga diawal melesat dirintangan terakhir. Susul menyusul terjadi antar peserta, kalah cepat di rintangan kesekian tapi melaju kencang dirintangan berikutnya.

Rata-rata peserta mengeluh dengan kondisi lintasan yang becek, memang malam sebelum perlombaan dimulai hujan deras menguyur kawasan Bogor, demikian juga di Ibukota. Kondisi itu semakin menguras tenaga peserta lomba, bahkan beberapa diantaranya menyerah sebelum menyentuh garis finish padahal rintangan yang dilalui belum menyentuh ke ‘obstacle’ 10.

Banyak peserta mengatakan, Komando Warriors tahun ketiga ini, dianggap lebih tinggi levelnya dibanding lomba sejenis yang diadakan beberapa negara di Asean. Dan beberapa peserta yang minggu sebelumnya ikut lomba sejenis mengakui Komando Warriors tingkat kesulitannya leih tinggi dari ‘Spartan’ yang digelar di Malaysia maupun di Singapura.

Menurut mereka, beberapa rintangan cukup menyulitkan terutama di dua obstacle terakhir yaitu, Monkey Bar dan Great Wall. Disanalah tenaga mereka terkuras habis, untuk melewati jajaran palang sekitar 20 meter panjangnya dengan cara bergelantungan dan berayun untuk pindah dari palang sat uke palang berikutnya.

Sementara di rintangan terakhir yaitu Great Wall, peserta harus mampu berlari menaiki tembok setinggi 10 meter lebih berbentuk curva di sisi satunya, begitu diatas harus ‘melorot’ dari tiang besi untuk turun ke sisi berikutnya. Garis finish pun menanti hanya beberapa meter dari Great Wall.

Kalau saja semua peserta menyimak pesan Danjen Kopassus saat memberi sambutan yang mengatakan, generasi muda saat ini tak hanya prima raganya tapi juga juga harus memiliki kecerdasan, inovatif dan kompetitif untuk jadi pemenang. Tentu mereka akan memutar otak untuk melibas 17 rintangan yang ada dengan taktik yang jeli.

Lomba pun usai nama-nama pemenang diumumkan, satu persatu jawara Komando Warriors tampil diatas panggung menerima hadiah yang disediakan panitia. Bangga lah pemenang individual karena Danjen Kopassus langsung yang menyerahkan hadiah tersebut. Boleh jadi para pemenang Komando Warriors ketiga ini, menangkap pesan Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, sehat raganya, innovatif, kompetitif dialah pemenangnya.apr.

Leave a Reply